Fakta Gempa Lombok

Fakta Gempa Lombok

Sudah tercatat musibah gempa bumi dalam waktu Juli-September menimpa Lombok, Palu dan Donggala. Gempa bumi keduanya berkekuatan 7 Skala Richter (SR) itu menyebabkan duka mendalam bagi warga Indonesia. Ratusan bahkan ribuan orang kehilangan keluarganya. Bangunan tempat tinggal dan fasilitas lain juga melebur oleh musibah yang diakibatkan dari gempa, bahkan tsunami

Tsunami tersebut terjadi pasca-gempa dengan magnitudo 7,4 mengguncang Donggala di kedalaman 10 kilometer, berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah.

1. Peringatan dini BMKG akan potensi tsunami
Berdasar keterangan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari Jumat gempa di Donggala berpotensi tsunami. Wilayah yang diperkirakan terancam adalah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Pasca-gempa jaringan komunikasi di Donggala putus. Akibatnya, BMKG masih belum memantau seberapa parah dampak gempa dengan magnitudo 7,4.

2. Tsunami diperkirakan mencapai 2 meter
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, tsunami yang terjadi cukup tinggi. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5-2 meter. "Kami belum data konkret, tapi ketinggian antara 1,5 meter sampai 2 meter," Tsunami tersebut terjadi pasca-gempa besar berkekuatan 7,4 yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat). Menurut BMKG, tsunami terjadi di Palu, Donggala, dan Mamuju. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah ada korban atau jumlah 
kerugian akibat tsunami

3.Korban dan kerusakan
Melihat data korban dan kerusakan yang terjadi setelah gempa di Lombok masih tercatat di 515 orang meninggal, dan 7.145 yang terluka. Beralih dalam survei jumlah pengungsi mencapai 431.416 orang. Meski tak menyebabkan tsunami, nampaknya kerusakan yang dialami Lombok mencapai 73.843 unit rumah, dan 798 fasilitas umum dan sosial. Bahkan ada kerugian materiil mencapai 7,7 triliun rupiah

Komentar